21/10/11

from School to School

Hey, there ! Posting kali ini aku mau share momen - momen kumpul bareng anak - anak dari waktu jaman SD sampe sekarang, SMA. Well, menurut kamu sendiri jaman sekolah mana sih yang paling berkesan ? SD ? Atau waktu SMP, oh mungkin SMA ?

Buat aku pribadi, aku juga bingung mana yang katanya the most beautiful moment. Soalnya, semuanya beautiful banget. Jadi nggak bisa juga sih kalau disuruh mau milih yang mana. Dari TK, bahkan sampai SMA semuanya punya kesan ma
nis tersendiri. Setuju, nggak ? Sayangnya, aku nggak punya soft copy foto jaman TK. Padahal
pasti lucu banget, hahahaha.

Oke deh, first... Jaman SD. Aku nggak ada sih foto pas bener - bener SD bareng anak - anak. But, tenang aja aku punya kenangan waktu kita reunian dulu. Tepat dua tahun, kalau nggak salah abis lulus SD. It means waktu kita sama - sama di kelas delapan SMP.

buber SD

Momen ini di abadikan di sebuah mal di Surabaya waktu kita diundang buber alias buka bersama alumni SD angakatan 2007. Ohya FYI, aku lulus tahun 2007 dari SD Al Muslim Sidoarjo. Huaaa, jadi kangen kan. Udah lama banget nih nggak ketemu abis reunian itu. Kayak gimana ya anak - anak sekarang ? Jadi inget, kita dulu sering banyol bareng - bareng. Apalagi anak - anak cowok kelas, yaa kayak mereka yang di atas itu terkenal banget konyolnya. Hihihi...

Lanjut, ini dia momen yang nggak bakal pernah terlupakan karena emang udah punya tempat sendiri rasanya di sini, di hati. Dan nggak cuma aku kayaknya yang setuju tapi juga 24 temenku sekelas lainnya. SMP !

Kita berdua puluh lima seangkatan sekaligus sekelas ! Kaget ? Aneh ya ? Iya... nggak salah kok. Seangkatan kita emang cuma berdua puluh lima ! Seangkatan jelasnya. Jadi nggak usah heran, kalau kita deket banget kayak saudara plek. This is it my family ever.... And The Sweetest Moment :))

farewell in Prambanan


sambil nunggu ijazah


cover album kenangan

De Niners. Nggak bakal habis rasanya kalau ngomongin kenangan yang satu ini. Mungkin lain kali aku bakal cerita lebih jauh lagi tentang De Niners, anak SMP angkatanku. Aku masih lanjut SMP di Al Muslim abis lulus dari SD nya. Jadi klop sembilan tahun aku disana. Kebayang gimana banyaknya asam manis, suka duka yang pernah ada kan ?
Waaaw, I miss it so much ! I miss you all deh pokoknya ....

Kata orang, masa - masa paling indah adalah masa SMA. Berhubung kataku semua masa enak, tapi aku nggak nyangkal kalau kamu emang nggak boleh sia - siain masa ini. Yeah, that's my life now ! Meskipun aku tinggal di asrama dan hidup far away sama orang tua. Tapi ini dia yang bikin aku belajar hidup. Nggak semua orang bisa dapet kesempatan belajar hidup kayak aku, mungkin. Jadi aku harus banyak - banyak bersyukur buat sekolah disini, MAN 3 Malang. Sekaligus nggak pernah berhenti bersyukur punya suatu kelas yang awesome ! Here they are....

fun fest '11


chemistry experiment


buber and we said, "mahooo" :DD


Sekelas yang bikin aku belajar banyak dari mereka, tentang perbedaan, persahabatan sampai keakraban kita tiap hari yang terjalin. Kelas yang lepas dari aku sebagai anggotanya, buat aku to be honest mereka itu amazing banget. Actually, aku appreciate banget sama kelas ini. Makasih buat semua. Nggak peduli lah omongan orang di luar tentang kita apa. Yang penting kita tetap maju, hahahaha.

Makasih buat temen - temen, so far selama dua tahun menjelang -inshaallah- tiga tahun kita bareng terus ya sekelas. Kalian harus tahu, aku sayang banget sama kalian....
Tiap aku masuk jenjang baru, mesti yang ada di pikiranku, "bisa nggak sih aku adaptasi ?" atau "masa iya ini bakal disebut masa -masa paling indah ?" Ada perasaan ragu pasti, jujur tiap aku masuk jenjang baru. Aku takutlah, talut kalo nggak lebih menyenagkan dari sebelumnya. Tapi buktinya, Allah sayang aku banget. Alhamdulillah, I have all sweet memories with you...

Yap, itu tadi sekedar berbagi cerita atau momen yang pernah ada. Nggak nyangka ini semua bikin aku kangen dan pengen balik masa - masa itu. Huaaa....
Lain kalilah, mudah - mudahan aku punya kesempatan ya buat cerita banyak disini sambil mengenang semua kenangan yang pernah ada. Yes, because life has memories.


Tema Ekstrem

Kadang aku nggak ngerti apa yang sering kita bicarain. Kenapa tema yang kita bahas ujung – ujungnya selalu sama. Apalagi kalau bukan soal, cinta. Cinta dan segala yang berhubungan dengannya. Tentang cowok pasti, pacaran, atau bahkan yang lebih ekstrem…. nikah !

Katanya bukan cewek namanya kalo nggak ngomongin soal cowok. Oke, aku bisa terima. Toh, aku juga kadarnya aku masih normal. Tapi apa harus selalu dan setiap pembicaraan ? Nggak kan ?

Pacaran. Kata satu itu udah dari sejak dulu dan nggak bakal pernah ada di kamusku. Dan aku tahu kamu pun juga begitu. Kita, bahkan sepakat nolak dan kontra besar sama yang namanya pacaran atau sejenisnya.

Tapi ini dia yang paling ekstrem. Nikah ? Whats ? Buat kamu yang aku bagikan cerita ini, pasti rada ngeri kan denger soal nikah dan isinya. Yah mungkin rada aneh juga ya seorang anak SMA jaman sekarang udah mikirin soal kayak gitu. Aku sendiri nggak tahu apa yang ada di pikiran sebagian anak – anak tentang nikah ini. Yang ada, aku malah menemukan wajah – wajah tersenyum malu – malu dan pandangan mata yang menerawang cerah itu kalau ada seseorang lain yang bahas soal pernikahan. Dasar anak muda…

Oke boleh dibilang, aku dulu masih menghadapi kenyataan tema ini dengan biasa – biasa aja. Tapi kok ya, makin lama makin kesini makin menjadi – jadi. Adanya aku makin suntuk juga sama soal kayak gini. Buat apa gitu ? Kita masih kecil hey, masih SMA. Masih jauh…… jauuuuuuh…. Banget !

Terus apa manfaatnya ? Apa nggak ada tema yang lebih pantas kita bahas ? Bukan melulu soal cinta. Aku sendiri, masih belum bisa apa – apa. Aku bukan siapa – siapa, dan belum jadi siapa – siapa pula. Cita – cita, keinginan, mimpi ku juga masih banyak. Jalanku masih panjang.

Aku pengen kita sama – sama nge raih apa yang kita impikan. Kita masih muda, guys. Nggak munafik, cinta emang nggak bisa dipungkiri kehadirannya. Tapi semua tergantung gimana kita nyikapin cinta yang datang. Nggak usah takut buat jodohmu. Inget kan, Allah udah janji sama kita kalau setiap manusia punya jodohnya masing – masing. Dan orang yang baik pasti akan dapet orang yang baik pula. Yes, everything depends on us… Just keep on your love for now lah, and you’ll get the sweetest one later… Amien…

16/10/11

Re - Charge

Akhirnya “baterai” ku keisi lagi. Seenggaknya buat dua minggu ke depanlah. Meskipun semua berlangsung singkat. Sangat singkat malah. Tapi Alhamdulillah, aku bersyukur atas pertemuan kita itu. Sudah cukup buat aku menghabiskan semalam bersama.Tiap kata – kata yang dia ucapkan –seperti tadi malam- adalah yang mengisi ulang semangatku buat menghadapi hari – hari ke depan. Semua cerita yang aku punya dan sudah aku simpan lama tadi malam bisa aku curahkan.

Aku bercerita bahwa aku kecewa karena belum mendapatkan kesempatan membuatnya bangga. Tapi kata dia, buat apa kecewa semua adalah jalannya. Hanya saja yang belum maksimal adalah usahanya. dan yang tak boleh terlepas lagi adalah doa. Ah, aku pikir aku akan mengecawakannya. Ternyata salah, justru dia makin menguatkanku. Dia mungkin, satu alasan terbesarku bisa berada disini dan bertahan. Dia, bukan yang lain.

Aku memang jarang melewati akhir pekan tanpanya. Pertemuan kita memang dua minggu sekali, seminggu diantara itu selalu saja hampa rasanya. Tapi kata dia, aku jangan lagi manja. Saat – saat itu, aku bisa melakukan apapun yang aku suka. Apa saja. Seharusnya aku justru memanfaatkan waktu biar semua tidak sia – sia. Begitu katanya. Yang terpenting, belajar untuk dewasa. Karena aku tak mau lagi dibilang manja.

Andaikan pertemuan kita dua puluh empat jam pun, belum cukup untukku melepas rindu. Yang ada, sampai saat ini aku masih saja memikirkanmu. Selamanya aku ingin kau selalu di sampingku. Bukan dua atau tiga minggu sekali kita bertemu.Tapi di atas semua itu, aku tetap bersyukur. Bersyukur dan tak pernah berhenti bersyukur memilikimu. Memilikimu dan menjadi milikmu. Tinggal aku yang harus membalasmu. Ini sudah menjadi tugasku. Saat ini adalah bagian dari waktuku. Dan disini adalah bagian dari jalanku.


It's hard to explain that I'm still missing you
Dear Mom and Dad

Dddrrrttt...

Rasanya badanku udah kayak kesetrum listrik tadi. Ddddrrrttt...! Mendadak kaku selama beberapa detik, gemeter luar biasa, dari kepala sampai kaki. Tangan yang tadinya biasa, jadi berkeringat dingin. Jalan udah berasa sempoyongan, pikiran sama pandangan jadi kontras. Lemas.

Semua yang aku sebutin itu bukan tanda – tanda aku mau pingsan karena belum sarapan. Tapi setruman dari seorang makhluk yang tiba – tiba aja muncul di depanku beberapa jam yang lalu.

Bisa dihitung kok, nggak sampai satu detik, satu kejadian itu berlangsung sangat amat cepat. Tanpa rencana. Nggak ada yang tahu dan memberi tahu. Dan nggak ada yang lain disitu kecuali aku dan makhluk itu tentunya. Biasa aja. Nggak ada yang istimewa. Ini yang bikin aku nggak suka. Kenapa dia secara tiba – tiba ada ?

Allah, mungkin lain kali Engkau bisa memberikanku petunjuk akan kehadirannya. Tapi buat apa ? Toh, setelah itu segalanya biasa. Cuma aku yang belum siap. Meskipun sering aku bilang nggak aka nada apa – apa lagi, tapi tetep yang namanya tokoh utama di masa dulu bakal tetep terus ada. Menyedihkan. Buatku semua kayak buka cerita dulu. Yang sekarang sudah tertutup dengan lembaran baru. Tapi siapa yang tahu ?

Dia sekarang masih ada di luar sana. Besok adalah hari istimewanya. Mungkin, setahun yang lalu jadi ucapan pertama dan terakhir. Cukup tanpa ada balasan. Cukup sekali buat aku.

Harusnya aku bisa ngontrol diri tadi. Dan bisa kan kenyataannya. Dia toh, bukan siapa – siapa. Allah, Kau Yang Maha Mengatur Segalanya. Aku di bawakh kendaliMu, Ya Rabb.

Sebelumnya, maaf nggak sengaja. Buat yang nggak suka, pertemuan tadi yang sekilas tanpa terencana. Tanpa arti apa – apa kok. Biasa aja kok. Sangat biasa.

today, Oct 15th
then hbd for tomorrow :')