16/10/11

Re - Charge

Akhirnya “baterai” ku keisi lagi. Seenggaknya buat dua minggu ke depanlah. Meskipun semua berlangsung singkat. Sangat singkat malah. Tapi Alhamdulillah, aku bersyukur atas pertemuan kita itu. Sudah cukup buat aku menghabiskan semalam bersama.Tiap kata – kata yang dia ucapkan –seperti tadi malam- adalah yang mengisi ulang semangatku buat menghadapi hari – hari ke depan. Semua cerita yang aku punya dan sudah aku simpan lama tadi malam bisa aku curahkan.

Aku bercerita bahwa aku kecewa karena belum mendapatkan kesempatan membuatnya bangga. Tapi kata dia, buat apa kecewa semua adalah jalannya. Hanya saja yang belum maksimal adalah usahanya. dan yang tak boleh terlepas lagi adalah doa. Ah, aku pikir aku akan mengecawakannya. Ternyata salah, justru dia makin menguatkanku. Dia mungkin, satu alasan terbesarku bisa berada disini dan bertahan. Dia, bukan yang lain.

Aku memang jarang melewati akhir pekan tanpanya. Pertemuan kita memang dua minggu sekali, seminggu diantara itu selalu saja hampa rasanya. Tapi kata dia, aku jangan lagi manja. Saat – saat itu, aku bisa melakukan apapun yang aku suka. Apa saja. Seharusnya aku justru memanfaatkan waktu biar semua tidak sia – sia. Begitu katanya. Yang terpenting, belajar untuk dewasa. Karena aku tak mau lagi dibilang manja.

Andaikan pertemuan kita dua puluh empat jam pun, belum cukup untukku melepas rindu. Yang ada, sampai saat ini aku masih saja memikirkanmu. Selamanya aku ingin kau selalu di sampingku. Bukan dua atau tiga minggu sekali kita bertemu.Tapi di atas semua itu, aku tetap bersyukur. Bersyukur dan tak pernah berhenti bersyukur memilikimu. Memilikimu dan menjadi milikmu. Tinggal aku yang harus membalasmu. Ini sudah menjadi tugasku. Saat ini adalah bagian dari waktuku. Dan disini adalah bagian dari jalanku.


It's hard to explain that I'm still missing you
Dear Mom and Dad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar