09/06/11

Untuk Bercerita

Terlalu banyak yang pengen aku ceritain disini. Terlalu sulit buat nguraiinnya dalam kata kata. Masalahnya, semua yang aku alami bener - bener berarti. Tapi yang sekarang aku rasain, campur jadi satu. Apasih istilahnya sekarang ? Galau ? Mungkin.

Rasanya semua bagian dalam kisahku, tiap harinya pengen aku ceritain. Semuanya harus detil dan runtut, ga ada yang boleh aku lewatin. Aku pengen aku yang bercerita. Semua tahu cerita aku. Yang lebih penting, aku mau yang lihat bukan dari sudut pandang aku aja, tapi ada orang lain yang bisa ngelihat apa yang ada di ceritaku ini.

Kayak yang aku rasain sekarang. Kadang aku ngerasa kalau ada yang nggak adil. Mereka mau untuk dimengerti, tapi mereka nggak mau untuk mencaoba mengerti. Apa sulit untuk mereka ? Lagi - lagi aku yang introspeksi diri. Iya, kenapa cuma aku yang ngerasa harus introspeksi ? Perasaan yang kayak gini justru buat aku malah makin egois.

Akhir - akhir ini, satu per satu cerita belum ada ujungnya. Aku cuma butuh pendengar. Kalau mereka mau untuk didengar, mereka harus juga dong bersikap jadi pendengar yang baik. Atau mungkin, semua kedengaran berlebihan ? Tapi mereka cuma diam. Harusnya, mereka bersikap untuk menanggap. Harusnya mereka tanggap. Harusnya...

Yang ada, aku justru semakin menyalahkan orang lain. Oke, aku nggak boleh nyesel kalau emang aku yang harus introspeksi diri. Apa salahnya ?

Dan ternyata yang terpenting adalah aku harus mengerti aku sendiri. Sampai aku juga dapat mengerti orang lain. Kita saling mencoba mengerti.

Satu, aku butuh bercerita. Disini, aku butuh kamu mendengarkannya. Cuma itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar