Bu,
Aku tak pernah tahu apa maumu
Rasanya di matamu
Aku salah selalu
Setiap aku bertingkah laku
Bu,
Aku bosan
Kau anggap kekanak kanakan
Aku kesal
Sebal
Mungkin aku memang anak nakal
Yang tak pernah menyesal
Bu,
Aku pun sakit
Saat kau bilang sakit
Apalagi aku yang menyakitimu
Tapi bukan maksudku
Aku tak pernah ingin begitu
Bu,
Bisa apa aku
Katamu
Bisaku hanya menyakitimu
Memancing emosimu
Meluapkan amarahmu
Katamu
Aku tak pernah membahagiakanmu
Apalagi membuatmu bangga
Tersenyum bahagia
Bu,
Karenaku
Kau kecewa
Terluka
Karenaku
Kau bersedih
Hatimu perih
Karenaku
Air matamu
Itu karenaku
Bu,
Anak macam apa aku
Tak pernah berterima kasih
Hanya bisa membuatmu sedih
Bu,
Kalau kau marah padaku
Aku juga marah padamu
Aku jengkel
Tapi aku lebih marah
Pada diriku
Aku benci
Ini berulang kali terjadi
Rasanya aku ingin berteriak
Aku muak
Bu,
Siapa yang ingin menyakitimu
Tak pernah aku berniat itu
Sungguh
Aku ingin membahagiakanmu
Bu,
Siapa yang tak menginginkanmu ?
Aku tak pernah ingin membuatmu sakit
Sungguh, Bu
Bu,
Aku ingin melihatmu
Saat aku berdiri
Menerima ijazah nanti
Aku ingin kau ada
Saat aku sarjana
Aku ingin kau kau mendampingi
Saat aku menemukan jodohku nanti
Aku ingin kau yang menemani
Kala aku berjuang hidup dan mati
Menjadi wanita sejati
Menimang cucumu nanti
Bu,
Untuk kesekian kali
Aku memohon ampunanmu
Maafmu
Bu,
Jika memang
Doa anak untuk orangtua
Akan dikabulkan
Aku hanya meminta bahagia
Kedua orangtuaku
Kesehatan, umur panjang
Hingga kau bisa terus menyangiku
Selalu
Bu,
Aku bersyukur memilikimu
Meski
Kau tak seperti aku
Aku pun takkan pernah menjadimu
Menjadi seluar biasamu
Namun dalam setiap sujudku
Selalu terucap namamu
Tak kan terlewat
Meski hanya satu
Bu,
Masihkah kau marah denganku ?
Maafku
Aku belum menjadi seperti yang kau mau
Aku belum mampu
Membahagiakanmu
Maaf, Bu
Kalau perlu
Akan ku basuh kakimu
Dengan air mata penyesalanku
Maafku padamu
Maaf
Bu,
Janganlah pernah terputus
Doamu untukku
Aku, anakmu
Mungkin, harapanmu
Yang belum membanggakan
Namun kau harus tahu
Suatu hari nanti
Akan ku buat kau bangga
Memiliki aku
Meski tak sebangga
Aku memilikimu
Takkan pernah seperti itu
Doakan aku Bu,
Jalanku masih panjang
Kala aku pulang
Nasihatmu akan ku kenang
Ibu, sayang…
Bu,
Aku mencintaimu
Lebih dari apapun
Hanya kau yang mengerti aku
Ku harap kau akan tetap
Mengerti aku
Redam emosimu, Bu
Karena aku akan mengerti
Pelan, perlahan
Coba kau sampaikan
Dan aku akan mengiyakan
Maaf, Bu
Bukannya aku kurang ajar
Atau tak sopan
Berucap kasar
Maaf
Bu,
Aku menyayangimu
Harus kau tahu itu
Aku tak seperti yang lain
Yang berucap sayang
Pada kekasihnya
Namun kekasihku adalah kau, Bu
Bu,
Jangan marah lagi
Aku letih
Hati semakin saja perih
Kepala panas mendidih
Bu,
Aku mau berubah
Aku bukan anak manja
Seperti katamu
Aku bisa
Menjadi dewasa
Aku akan mandiri
Memperbaiki diri sendiri
Bu,
Aku sudah sedikit lega
Walau aku tak pandai berkata
Namun setidaknya aku telah melampiaskan
Pada kertas ini untuk sebuah tulisan
Aku ingin kau tahu
Ku harap kau masih
Mau membaca hatiku,
Anakmu
Bu,
Janganlah kau sakit
Hidup masih lama
Aku masih beranjak dewasa
Belum sempurna
Aku ingin kau selalu bahagia
Baik dunia dan akhirat
Karena Allah menyayangimu
Seperti kau menyayangiku di waktu kecil
Dan selamanya
Aku tahu
Aku pun sangat mencintaimu
Cintaku hanya untukmu, Bu
Ibu
Teruntai doa teriring cinta
Jangan lagi kau marah dan bersedih hati,
Ibuku sayang…
Aku menyesal
Bu,
Maaf
Aku menyakitimu
Maaf
Padahal aku
Harus kau tahu itu
Aku menyayangimu
Akan aku bahagiakan
Hidupmu selalu
Sayang, Ibuku sayang…
Doakan selalu anakmu……
...Robbighfirli wa liwaa lidayya warkhamhuma kama robbayani shoghiroo…
Maafin Mbak Dida yaa Ma,
Mbak Dida janji bakal buat Mama bangga dan bahagia…
Sweet Room, Sept 06th 2011 8:21pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar