19/09/11

Bu

Bu,

Aku tak pernah tahu apa maumu

Rasanya di matamu

Aku salah selalu

Setiap aku bertingkah laku

Bu,

Aku bosan

Kau anggap kekanak kanakan

Aku kesal

Sebal

Mungkin aku memang anak nakal

Yang tak pernah menyesal

Bu,

Aku pun sakit

Saat kau bilang sakit

Apalagi aku yang menyakitimu

Tapi bukan maksudku

Aku tak pernah ingin begitu

Bu,

Bisa apa aku

Katamu

Bisaku hanya menyakitimu

Memancing emosimu

Meluapkan amarahmu

Katamu

Aku tak pernah membahagiakanmu

Apalagi membuatmu bangga

Tersenyum bahagia

Bu,

Karenaku

Kau kecewa

Terluka

Karenaku

Kau bersedih

Hatimu perih

Karenaku

Air matamu

Itu karenaku

Bu,

Anak macam apa aku

Tak pernah berterima kasih

Hanya bisa membuatmu sedih

Bu,

Kalau kau marah padaku

Aku juga marah padamu

Aku jengkel

Tapi aku lebih marah

Pada diriku

Aku benci

Ini berulang kali terjadi

Rasanya aku ingin berteriak

Aku muak

Bu,

Siapa yang ingin menyakitimu

Tak pernah aku berniat itu

Sungguh

Aku ingin membahagiakanmu

Bu,

Siapa yang tak menginginkanmu ?

Aku tak pernah ingin membuatmu sakit

Sungguh, Bu

Bu,

Aku ingin melihatmu

Saat aku berdiri

Menerima ijazah nanti

Aku ingin kau ada

Saat aku sarjana

Aku ingin kau kau mendampingi

Saat aku menemukan jodohku nanti

Aku ingin kau yang menemani

Kala aku berjuang hidup dan mati

Menjadi wanita sejati

Menimang cucumu nanti

Bu,

Untuk kesekian kali

Aku memohon ampunanmu

Maafmu

Bu,

Jika memang

Doa anak untuk orangtua

Akan dikabulkan

Aku hanya meminta bahagia

Kedua orangtuaku

Kesehatan, umur panjang

Hingga kau bisa terus menyangiku

Selalu

Bu,

Aku bersyukur memilikimu

Meski

Kau tak seperti aku

Aku pun takkan pernah menjadimu

Menjadi seluar biasamu

Namun dalam setiap sujudku

Selalu terucap namamu

Tak kan terlewat

Meski hanya satu

Bu,

Masihkah kau marah denganku ?

Maafku

Aku belum menjadi seperti yang kau mau

Aku belum mampu

Membahagiakanmu

Maaf, Bu

Kalau perlu

Akan ku basuh kakimu

Dengan air mata penyesalanku

Maafku padamu

Maaf

Bu,

Janganlah pernah terputus

Doamu untukku

Aku, anakmu

Mungkin, harapanmu

Yang belum membanggakan

Namun kau harus tahu

Suatu hari nanti

Akan ku buat kau bangga

Memiliki aku

Meski tak sebangga

Aku memilikimu

Takkan pernah seperti itu

Doakan aku Bu,

Jalanku masih panjang

Kala aku pulang

Nasihatmu akan ku kenang

Ibu, sayang

Bu,

Aku mencintaimu

Lebih dari apapun

Hanya kau yang mengerti aku

Ku harap kau akan tetap

Mengerti aku

Redam emosimu, Bu

Karena aku akan mengerti
Pelan, perlahan

Coba kau sampaikan

Dan aku akan mengiyakan

Maaf, Bu

Bukannya aku kurang ajar

Atau tak sopan

Berucap kasar

Maaf

Bu,

Aku menyayangimu

Harus kau tahu itu

Aku tak seperti yang lain

Yang berucap sayang

Pada kekasihnya

Namun kekasihku adalah kau, Bu

Bu,

Jangan marah lagi

Aku letih

Hati semakin saja perih

Kepala panas mendidih

Bu,

Aku mau berubah

Aku bukan anak manja

Seperti katamu

Aku bisa

Menjadi dewasa

Aku akan mandiri

Memperbaiki diri sendiri

Bu,

Aku sudah sedikit lega

Walau aku tak pandai berkata

Namun setidaknya aku telah melampiaskan

Pada kertas ini untuk sebuah tulisan

Aku ingin kau tahu

Ku harap kau masih

Mau membaca hatiku,

Anakmu

Bu,

Janganlah kau sakit

Hidup masih lama

Aku masih beranjak dewasa

Belum sempurna

Aku ingin kau selalu bahagia

Baik dunia dan akhirat

Karena Allah menyayangimu

Seperti kau menyayangiku di waktu kecil

Dan selamanya

Aku tahu

Aku pun sangat mencintaimu

Cintaku hanya untukmu, Bu

Ibu

Teruntai doa teriring cinta

Jangan lagi kau marah dan bersedih hati,

Ibuku sayang

Aku menyesal

Bu,

Maaf

Aku menyakitimu

Maaf

Padahal aku

Harus kau tahu itu

Aku menyayangimu

Akan aku bahagiakan

Hidupmu selalu

Sayang, Ibuku sayang

Doakan selalu anakmu



...Robbighfirli wa liwaa lidayya warkhamhuma kama robbayani shoghiroo

Maafin Mbak Dida yaa Ma,

Mbak Dida janji bakal buat Mama bangga dan bahagia



Sweet Room, Sept 06th 2011 8:21pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar